Lirik Lagu Monita Tahalea - Saat Teduh
ku renungkan semua tanya
di hening malam tak berbintang
teringat seorang sahabat setia
dia selalu berkata aku beserta
suka dan duka kayuh bersama
tetaplah janinya tuk bersamaku
larapun pergi menjauh
sepiku bagaikan debu
hatipun tenang dekatmu
ku nyanyi slalu denting jiwaku
senandungkan langkah bersamamu
larapun pergi menjauh
sepiku bagaikan debu
hatipun tenang dekatmu
ku nyanyi slalu
larapun pergi menjauh
sepiku bagaikan debu
hatipun tenang dekatmu
di setiap langkahku, kan slalu percaya
kau bersamaku, kau bersamamku
selalu
Tampilkan postingan dengan label Monita Tahalea. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Monita Tahalea. Tampilkan semua postingan
Minggu, 27 Desember 2015
Lirik Lagu Monita Tahalea - 168
Lirik Lagu Monita Tahalea - 168
sebuah nostalgia, yang tak terlupa
tentang gadis bingung, dan pengembara
berbagi cerita, di penghujung senja
menunggu datangnya hujan
tiada kunjung datang
hujan yang dinantikan
namun hari-hari semakin menanti
berteman butir waktu
berpayung langit mendung
akhirnya yang tiba cinta
ternyata bukan tentang, menanti dan menunggu
tetapi memang telah, waktunya tuk bertemu
walau tak selalu, berakhir bersama
mungkin nati kan bertemu kembali
ternyata bukan tentang, menanti dan menunggu
tetapi memang telah, waktunya tuk bertemu
walau tak selalu, berakhir bersama
mungkin nati kan bertemu kembali
cinta bukan tentang, menanti dan menunggu
tetapi memang waktunya tuk bertemu
walau tak selalu berakhir bersama
mungkin nanti, sampai nanti
bertemu kembali
sebuah nostalgia, yang tak terlupa
tentang gadis bingung, dan pengembara
berbagi cerita, di penghujung senja
menunggu datangnya hujan
tiada kunjung datang
hujan yang dinantikan
namun hari-hari semakin menanti
berteman butir waktu
berpayung langit mendung
akhirnya yang tiba cinta
ternyata bukan tentang, menanti dan menunggu
tetapi memang telah, waktunya tuk bertemu
walau tak selalu, berakhir bersama
mungkin nati kan bertemu kembali
ternyata bukan tentang, menanti dan menunggu
tetapi memang telah, waktunya tuk bertemu
walau tak selalu, berakhir bersama
mungkin nati kan bertemu kembali
cinta bukan tentang, menanti dan menunggu
tetapi memang waktunya tuk bertemu
walau tak selalu berakhir bersama
mungkin nanti, sampai nanti
bertemu kembali
Lirik Lagu Monita Tahalea - Bisu
Lirik Lagu Monita Tahalea - Bisu
diam seribu bahasa, simpan sejuta makna
hu .. hu .. hu ..
kini ku rangkai kata, coba samapikan resah
hu .. hu.. hu..
ho bebaskanlah
ho lepaskanlah
apa yang kau pikirkan
namun tak diucapkan
apa yang kau rasakan
namun tak diucapkan
apa yang kau pikirkan, apa yang kau rasakan
namun tak di katakan
hu.. hu.. hu..
ho bebaskanlah
ho lepaskanlah
apa yang kau pikirkan, apa yang kau rasakan
apa yang kau pikirkan, apa yang kau rasakan
tidakkah kau lelah
diam seribu bahasa, simpan sejuta makna
hu .. hu .. hu ..
kini ku rangkai kata, coba samapikan resah
hu .. hu.. hu..
ho bebaskanlah
ho lepaskanlah
apa yang kau pikirkan
namun tak diucapkan
apa yang kau rasakan
namun tak diucapkan
apa yang kau pikirkan, apa yang kau rasakan
namun tak di katakan
hu.. hu.. hu..
ho bebaskanlah
ho lepaskanlah
apa yang kau pikirkan, apa yang kau rasakan
apa yang kau pikirkan, apa yang kau rasakan
tidakkah kau lelah
Lirik Lagu Monita Tahalea - Hai
Lirik Lagu Monita Tahalea - Hai
hai teman apa kabar
lama tak ku dengar suaramu
apa harimu bermentari
adakah malammu dihiasi mimpi
hai teman hapus sudah
senyum kelabu di wajahmu
masa yang lalu tlah berlalu
kini hari baru bernyanyi untukmu
temanku tidakkah kamu tahu
bahwa dunia merindukan senyummu
dengarlah indah suara rintik hujan
yang turun membasahi bumi
memeluk tanah gersang
nyanyikan lagu tentang langit biru
dan lagu tentang cinta yang selalu sembuhkan luka
suara denting piano, hapuskan air mata
indah alunan gitar, membuat hatimu tegar
hai teman tidakkah kamu tahu
bahwa dunia rindukan senyummu
hai teman tidakkah kau mengerti
bahwa dirimu sangat berarti
seperti rintik-rintik hujan
yang turun membasahi bumi
memeluk tanah gersang
nyanyikan lagu tentang langit biru
begitu ku cinta akan datang padamu
sembuhkan luka
cinta selalu sembuhkan luka
karena dirimu sangat berarti
hai teman apa kabar
lama tak ku dengar suaramu
apa harimu bermentari
adakah malammu dihiasi mimpi
hai teman hapus sudah
senyum kelabu di wajahmu
masa yang lalu tlah berlalu
kini hari baru bernyanyi untukmu
temanku tidakkah kamu tahu
bahwa dunia merindukan senyummu
dengarlah indah suara rintik hujan
yang turun membasahi bumi
memeluk tanah gersang
nyanyikan lagu tentang langit biru
dan lagu tentang cinta yang selalu sembuhkan luka
suara denting piano, hapuskan air mata
indah alunan gitar, membuat hatimu tegar
hai teman tidakkah kamu tahu
bahwa dunia rindukan senyummu
hai teman tidakkah kau mengerti
bahwa dirimu sangat berarti
seperti rintik-rintik hujan
yang turun membasahi bumi
memeluk tanah gersang
nyanyikan lagu tentang langit biru
begitu ku cinta akan datang padamu
sembuhkan luka
cinta selalu sembuhkan luka
karena dirimu sangat berarti
Lirik Lagu Monita Tahalea - Memulai Kembali
Lirik Lagu Monita Tahalea - Memulai Kembali
Matahari sudah di hujung petang
ku lepas hari, dan sebuah kisah
tentang angan pilu
yang dahulu melingkupiku
sejak saat itu langit senja
tak lagi sama
sebuah janji terbentang, di langit biru
janji yang datang, besama pelangi
angan angan pilu
pun perlahan lahan menghilang
dan kabut sendu pun berganti
menjadi rindu
aku mencari aku berjalan
aku menunggu aku melangkah pergi
kau pun tak lagi kembali
sebuah janji terbentang, di langit biru
janji yang datang, besama pelangi
angan angan pilu
pun perlahan lahan menghilang
dan kabut sendu pun berganti
menjadi rindu
sejak saat itu langit senja
tak lagi sama
angan angan pilu
pun perlahan lahan menghilang
dan kabut sendu pun berganti
menjadi rindu
sejak saat itu langit senja
tak lagi sama
aku mencari aku berjalan
aku menunggu aku melangkah pergi
kau pun tak lagi kembali
aku mencari aku berjalan
aku menunggu aku melangkah pergi
kau pun tak lagi kembali
dan ku kan mulai kembali
Matahari sudah di hujung petang
ku lepas hari, dan sebuah kisah
tentang angan pilu
yang dahulu melingkupiku
sejak saat itu langit senja
tak lagi sama
sebuah janji terbentang, di langit biru
janji yang datang, besama pelangi
angan angan pilu
pun perlahan lahan menghilang
dan kabut sendu pun berganti
menjadi rindu
aku mencari aku berjalan
aku menunggu aku melangkah pergi
kau pun tak lagi kembali
sebuah janji terbentang, di langit biru
janji yang datang, besama pelangi
angan angan pilu
pun perlahan lahan menghilang
dan kabut sendu pun berganti
menjadi rindu
sejak saat itu langit senja
tak lagi sama
angan angan pilu
pun perlahan lahan menghilang
dan kabut sendu pun berganti
menjadi rindu
sejak saat itu langit senja
tak lagi sama
aku mencari aku berjalan
aku menunggu aku melangkah pergi
kau pun tak lagi kembali
aku mencari aku berjalan
aku menunggu aku melangkah pergi
kau pun tak lagi kembali
dan ku kan mulai kembali
Lirik Lagu Monita Tahalea - Perahu
Lirik Lagu Monita Tahalea - Perahu
angin malam laut gulita
lautan tenang
ku bertanya dalam ... dimana asa
terlalu lama bersembunyi
di balik luka
ku layarkan saja sebuah perahu jingga
tuk pergi melihat angkasa
berharap malam ini
ku lihat bintang di sana
akankah perahu asa
membawa sebuah rencana
terlalu lama bersembunyi
di balik luka
ku layarkan saja sebuah perahu jingga
tuk pergi melihat angkasa
berharap malam ini
ku lihat bintang di sana
akankah perahu asa
membawa sebuah rencana
akankah malam ini
kulihat bintang di sana
ku harap perahu asa
bawaku temukan seberkas cahaya
dan gapai angkasa
huuu... huuu...
bersama sejuta renjana
angin malam laut gulita
lautan tenang
ku bertanya dalam ... dimana asa
terlalu lama bersembunyi
di balik luka
ku layarkan saja sebuah perahu jingga
tuk pergi melihat angkasa
berharap malam ini
ku lihat bintang di sana
akankah perahu asa
membawa sebuah rencana
terlalu lama bersembunyi
di balik luka
ku layarkan saja sebuah perahu jingga
tuk pergi melihat angkasa
berharap malam ini
ku lihat bintang di sana
akankah perahu asa
membawa sebuah rencana
akankah malam ini
kulihat bintang di sana
ku harap perahu asa
bawaku temukan seberkas cahaya
dan gapai angkasa
huuu... huuu...
bersama sejuta renjana
Langganan:
Komentar (Atom)
